Rabu, 23 Maret 2016


Liring mati sajroning ngahurip, iya urip sajtoning pejah, urip bae selawase, kang mati nepsu iku, badan dhohir ingkang nglakoni, katampan badan kang nyata, pamore sawujud, pagene ngrasa matiya, (Mati di dalam kehidupan. Atau sama dengan hidup dalam kematian. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sirna, sukma mukhsa. Jelasnya mengalami kematian) (linglung-R.Said) Yang tercipta hanya untuk mengabdi dan bukan menggurui atau bahkan memiliki..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar