Rabu, 26 Oktober 2022

BAHAGIA????

 Kang sami' penasaran,ia ingin mencari bahagia. Berbagai cara ia lakukan, mulai kerja untuk mendapatkan uang sebanyak banyaknya lalu ia bersenang senang seperti karaoke,mabuk mabukan dan cari wanita open BO diapplikasi tapi hasilnya gembira sesaat,setelah itu terasa hampa dan tidak ada bahagia.

Setelah itu kang Sami' mencoba ikut tareqat,hampir semua tareqat yang ia ketahui diikutinya, sholat malam,puasa,dzikir tapi ia tetap tidak mendapatkan bahagia.

Dia kemudian berfikir,apa karena dosanya terlalu banyak, kemudian ia sholat taubat dan banyak menangis tapi hasilnya seperti belanja,hanya senang sesaat.

Di puncak kebingungannya dalam pencaharian ia kelelahan dan memilih diam menenangkan diri.ia berhenti maksiat,berhenti pula banyak sholat, ia memilih hidup biasa,ndak ada yang diperbanyak,hidup wajar wajar saja.

Sholat yang wajib saja, puasa jarang jarang, dzikir ala kadarnya, maksiat kecil kecilan tetep jalan. Ia menjadi manusia yang wajar,hitam-putih ia lakukan dalam kadar yang wajar.

Sejak itu ia malai merasakan ketenangan,apalagi ditambah kepedulian terhadap keluarga,tetangga,saudara ia tambah, yang sakit,yang punya hutang, yang dalam kesulitan ia bantu.

Kang sami memilih peduli itu sebagai ibadah dan harus diperbanyak.

Kang sami tidak tahu apa itu bahagia, yang ia tahu kini hidupnya tenang.


Jumat, 14 Oktober 2022

ARTI PUASA menurut.......

PUASA 

Seringkali ada pertanyaan diantara kita, "Penting mana antara puasa atau berbuka?" dihadapan Alloh, lebih penting mana nilainya, menjalankan puasa atau Idul Fitri?

Jawabanya adalah semuanya penting.

Ada manfaatnya masing masing, khasiat puasa itu sangat baik bagi kesehatan tubuh ataupun hati, sekaligus untuk menjelajahi kedalaman rohani kita.

Tapi jangan lupa kalau hari raya adalah hak bagi mereka yang berpuasa. Dihari raya kita bisa menikmati makanan atau kenyamanan lebih nikmat dibanding kita tidak berpuasa.

Mungkin yang tidak tepat adalah anggapan kalau puasa itu hanya berlangsung dibulan Ramadhan saja, Puasa itu intinya hidup dan Alloh sendiri berpuasa, para malaikatpun disuruh berpuasa oleh Alloh.

Kalau mau, malaikat bisa melakukan banyak hal yang sangat ajaib bagi manusia, tapi malaikat hanya boleh melakukan apa saja yang diperintahkan Alloh. begitupula para nabi dan rasul, mereka sungguh berpuasa dalam sepanjang hidupnya.

Dalam kehidupan, puasa itu tidak sama dengan kalau tidak makan dan minum, kalau makan dan minum itu tidak puasa, bukan itu maksudnya. contohnya begini, bagi orang yang selera makan, maka tidak makan itu puasa, sebaliknya bagi orang yang suka puasa, makan itu puasa karena dia melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.

Jadi... Puasa itu bukan hanya perkara makan dan tidak makan, puasa itu berkaitan dengan pribadi kita masing masing. Kalau kita sangat menikmati untuk tidak menikmati apa yang jadi hak kita, itu berarti kita adalah manusia yang berpuasa.

Jadi puasa itu bukan sesuatu yang sifatnya berpuasa, malah sifatnya hari raya karena memang kita suka berpuasa. Tinggal kita kategorikan, kita ini termasuk yang mana. Nah... jika puasa itu hanya dibulan Ramadhan saja berarti tidak ada artinya dia dibulan bulan selain Ramadhan.

Next part II

Selasa, 11 Oktober 2022

SURAT UNTUK ISTIFA

Surat pertama

Tertulis dalam sajak dan suluk, setiap doa dari mahluk yang tidak berdaya.
Terangkum dalam takdir, setiap ketetapan dari perjalanan waktu yang bisu
Terkumpul dalam ingatan, dari setiap kejadian yang telah dilalui untuk menjadi guru tanpa buku.
Dan aku hanya bisa melihat sepi disekitarku, meski ragaku tertimbun oleh debu, telingaku dipenuhi oleh pekik kemaksiatan dan kulitku tergoles oleh api nafsu.

Al Awallu... kucoba merengkuhmu dalam rintihan doa dan kumpulan harapan...


Doa dari dunia seberang

Dulu...
Ketika mimpi itu masih bergelayut tinggi diawan, kau selalu menemuiku.
Dulu...
Ketika mata sepi yang tajam selalu menatapmu, kau selalu menunggu hadirku.
Dulu...
Ketika sapa hanya berupa retorika,engkau selalu mencariku.
Dulu...
Ketika tanya selalu tanpa jawab, engkau selalu menemani malam.
Kini...
Doa doa itu hanya sebuah bait bait usang dari percakapan percakapan jalang.
Kini...
Baris abjad itu hanya berupa goresan goresan luapan ketidakadilan yang terbuang.


Surat kedua

TERAKHIR KALI AKU MELIHATNYA
KU MERASAKAN MALU YANG TAK TERKIRA

TERAKHIR KALI AKU MERENUNG TENTANGNYA
AKU MERASAKAN KEHAMPAAN YANG TIADA TARA..