Kamis, 21 April 2016

NYAi


Empat hari ini aku "tidak gila",berebut tulang bersama mereka.Berbaur bersama kutu,kecoak dan kepiding ditumpukan sampah sampah, mengais kotoran yang membikin buncit perut. Empat hari ini aku "tidak gila",teriak dan mencaci serta membual bersama gagak,beo dan kenari, memaki pada setiap kenyataan dan khayalan. Empat hari ini aku "tidak gila", meronta,menerjang dan menginjak injak takdir bersama jin,setan dan memedi, berusaha pergi dari takdir idzati. Saat ini aku hanya bisa terdiam disudut keindahanNya, Aku menangis, meraung dan meratapi kesembuhan dari penyakit "gila" ku.Meski sesaat tp aku menyesalinya sangat. Aku memang laknat yang sering berhianat dari janji adam pada sang pencipta. Aku memang pengecut yang selalu berlalu dari mimpi mimpi yang menjadi panutan oleh mereka yang merasa manusia.

Senin, 04 April 2016

DZAN


Katamu kau mempercayai,tapi kenapa butuh bukti? Bukankah percaya itu tidak butuh bukti?? Katamu kau mengerti,tapi kenapa masih bercokol ragu dihati? Bukankah pengertian itu bersifat inti tanpa ada sedikitpun ari yang menyertai? Katamu kau patuh, tapi kenapa masih ada keluh yang keluar dari mulut keruhmu? Bukankah patuh itu utuh tanpa tendensi dan emosi? Kalau itu semua masih ada padamu maka janganlah marah jika kau masih "MANUSIA" karna manusia memang munafik, tertawa meski tidak suka, bahagia meski pura pura untuk menutupi duka, Menikmati meski hati mengingkari. KEINDAHAN MANUSIA TERLETAK DIHATI,BUKA DISORBAN,HIJAB ATAUPUN PECI..