Jumat, 24 Mei 2019

DIAM

Tuhan...
saat matahari membungkuk padaMu
saat langit berwarna biru
aku mencoba merayapkan kaki ditepian takdirMu
mencoba mengenang detik demi detik yang jauh tertinggal
mencoba menggali jejak jejak yang tertimbun dosa dan nafsu

Tuhan...
ketika ingatan itu mencoba menyeruak dan menghentak
membangkitkan takut dan malu  bergemuruh disempitnya jiwaku
membanting banting indraku
merobek dan menyayat kulit kotorku..
aku teramat takut...
tetapi Tuhan...
bukan takut yang aku takutkan,melainkan malu yang tak tertahan
malu padaMu pemilik diri ini
malu padaMu pemberi semua ini
malu padaMu...

Tuhan...
andai engkau berkenan..
aku memilih untuk tidak disini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar