Katamu kau mempercayai,tapi kenapa butuh bukti?
Bukankah percaya itu tidak butuh bukti??
Katamu kau mengerti,tapi kenapa masih bercokol ragu dihati?
Bukankah pengertian itu bersifat inti tanpa ada sedikitpun ari yang menyertai?
Katamu kau patuh, tapi kenapa masih ada keluh yang keluar dari mulut keruhmu?
Bukankah patuh itu utuh tanpa tendensi dan emosi?
Kalau itu semua masih ada padamu maka janganlah marah jika kau masih "MANUSIA" karna manusia memang munafik, tertawa meski tidak suka, bahagia meski pura pura untuk menutupi duka, Menikmati meski hati mengingkari.
KEINDAHAN MANUSIA TERLETAK DIHATI,BUKA DISORBAN,HIJAB ATAUPUN PECI..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar